Penulis : Filo Gratiadeo
FIJUS.ID, Manado – Babak baru tercatat dalam organisasi profesi pers tertua di nusantara. Pertama dalam jejak sejarah kelembagaannya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berkiprah di Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya melahirkan sejarah baru. Seorang perempuan mampu menjadi tampuk kepemimpinan dalam wilayah provinsi. Adalah Sintya Nindya Christin Bojoh, berhasil memegang ‘mapatu’ Ketua PWI Provinsi Sulut, Selasa (31/3/2026).
“Luar biasa PWI Sulut. Ini sejarah baru karena Sintya Bojoh merupakan perempuan pertama yang terpilih menjadi Ketua PWI Provinsi Sulut,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat PWI, Akhmad Munir melalui Ketua Bidang Organisasi, Zulkifly Ganj Ottoh.
Terpilihnya Sintya tak hanya menjadi tonggak bersejarah bagi PWI, hal ini justru menjadi representasi perempuan dalam dunia jurnalistik Indonesia. Momentum ini menjadi simbol perubahan dalam tubuh PWI yang selama puluhan tahun didominasi kepemimpinan laki-laki.
“Kehadiran Sintya di kursi ketua PWI diharapkan membawa perspektif baru. Sekaligus memperkuat peran perempuan dalam industri pers yang semakin dinamis,” ungkap Koordinator Gerakan Perempuan Sulawesi Utara, Ruth Ketsia Wangkai.
Melalui kepemimpinan baru ini, PWI Sulut diharapkan kian mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tapi tetap menjaga independensi pers. Ia berharap, ke depan PWI kian mampu meningkatkan kualitas jurnalisme di daerah utara Pulau Selebes. Sehingga semakin banyak masyarakat teredukasi lewat karya-karya jurnalistik yang dipublikasikan.
“Terpilihnya Sintya menjadi inspirasi bagi generasi muda. Khususnya bagi perempuan, yang semakin berani mengambil peran strategis dalam dunia jurnalis dan organisasi profesional kewartawanan. Tetap berkomitmen dalam membela hak-hak serta keadilan bagi kelompok marjinal dan minoritas rentan. Termasuk komunitas masyarakat adat dan nelayan,” tandas Wangkai.

